Katanya akan ada disegenap pancaindera,
katanya akan ada pada setiap masa,
katanya juga akan ada hingga hujung nyawa,
namun kini,
satu darinya hilang,
hilang dari satu kepada dua,
hingga habis ke akarnya,
hilang dari sepasang kaca tersergam di muka,
Hati?
di setiap pejamnya kaca,
ada rasa,
rasa yang sama,
rasa yang mustahil dipudar,
meski seiring berjalan arus masa,
rasa ini tetap ada,
kerna aku percaya,
di setiap warta cinta,
di setiap hadirnya cinta,
ada dia.
-suara bangsat-
No comments:
Post a Comment